banner 468x60

Caleg dan Mekanisme Pencalegan

No comment 88 views
banner 468x60

Apa sebenarnya yang dimaksud dengan Caleg atau Calon Legislatif?. Caleg bisa diartikan sebagai orang yang mencalonkan diri menjadi anggota legislatif, atau calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat atau Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. Siapa saja yang bisa menjadi Caleg atau calon legislatife?. Tentu hal itu sudah diatur dalam perundang – undangan serta aturan dan mekanisme pencalegan. Caleg dan mekanisme pencalegan saat ini lagi ramai – ramainya diperbincangkan. Caleg dan mekanisme pencalegan sudah memasuki tahap pendaftaran untuk selanjutnya dilakukan proses pemilihan.

Mekanisme pencalegan bisa berjalan dengan baik dan sukses tentu menjadi harapan seluruh masyarakat Indonesia dalam rangka memilih Caleg – Caleg yang sesuai dengan kebutuhan bangsa saat ini dan kedepannya. Caleg yang terdaftar dalam KPU tentu tidak lepas dari peran sebuah partai politik. Sebuah partai politik akan memilih dan mendaftarkan kader – kader terbaiknya untuk diajukan menjadi Caleg yang bisa mempresentasikan partai itu sendiri ke hadapan public dan bisa terjaga konsistensi partai ke depannya.

Sebuah partai politik seringkali masih menjadi dominan figure dibalik terpilihnya Caleg baik Caleg DPR RI maupun Caleg DPRD. Sebenarnya partai politik yang ada saat ini masih memiliki kecenderungan untuk menggunakan kekuatan seorang figure beserta seluruh garis keturunannya dalam menentukan aturan dan sumberdaya kelompok termasuk Caleg yang diajukannya. Penstrukturan organisasi sebuah partai politik di produksi dan direproduksi dengan menggunakan aturan dan sumber daya oleh anggota kelompok termasuk di dalamnya CalegCaleg yang akan dipilih dan terpilih dalam sebuah ajang pemilihan umum. Tentu jika hal ini berkelanjutan maka partai yang masih menggantungkan kekuatan seorang figure dalam pemilihan Caleg maupun pemilihan presiden dan wakil presiden akan sulit menjadi sebuah partai  yang modern.

Partai politik yang mengusung Caleg beserta presiden dan wakil presiden seharusnya memiliki peluang untuk menjadi jembatan atas semua tuntutan beserta dukungan yang ada di masyarakat. Dimana sebuah partai politik harus bisa memfungsionalisasikan diri partai itu sendiri secara optimal baik dalam hal pemilihan Caleg maupun pemilihan presiden dan wakil presiden dan tidak mudah terpengaruh oleh kekuatan di luar partai itu sendiri. Namun kenyataan yang ada saat ini partai politik mempunyai kecenderungan merasa terbebani oleh laku politik yang dikendalikan oleh pasar baik dalam hal pemilihan Caleg maupun pemilihan presiden dan wakil presiden  meskipun telah lepas dari pengaruh penguasa rezim orde baru.

Partai dan segala aktivitas yang meyertai kepartaian seperti dalam hal Caleg dan mekanisme pencalegan seringkali dianggap sebagai komoditas yang bisa dikapitalisasi dalam berbagai konstestasi baik untuk level  nasional seperti Caleg dan mekanisme pencalegan maupun pencapresan.

Dalam pilkada untuk memilih Caleg dan presiden beserta wakilnya seringkali sebuah partai politik terjebak dalam logika M-C-M (money-comodity-more money) dimana partai politik seolah menjadi tumpangan atau kendaraan bagi siapapun yang mempunyai uang untuk mencapai apa yang mereka inginkan demi sebuah kepentingan politik bisa Caleg bisa di luar Caleg.

Dalam hal Caleg dan mekanisme pencalegan dibutuhkan keprofesionalan sumber daya politisi  dan bukannya berpotensi untuk terjadinya kanalisasi sumber daya Caleg maupun non Caleg. Partai politik merupakan elemen penting dalam hal pesta demokrasi  pemilihan Caleg dan pilpres, sehingga harus kuat dan eksis keberadaannya. Baik Caleg maupun presiden dan wakil presiden seharusnya bisa terlahir dari tubuh partai itu sendiri, dimana faktor tersebut menunjukkan kalau partai itu sehat dan mampu memberdayakan kader-kadernya baik untuk Caleg maupun pilpres.

 

#caleg #caleg DPR RI #Caleg DPR RI Kaltim #Sismanto #Sismanto Caleg DPR RI #PSI #Partai Solidaritas Indonesia

 

Related Search

Email Autoresponder indonesia
author
Author: 

    Leave a reply "Caleg dan Mekanisme Pencalegan"