banner 468x60

Gaya Nekad dalam Pencalonan Caleg

No comment 61 views
banner 468x60

Dalam pencalonan Caleg di pemilu 2019 ini partai politik harus bisa merubah gaya nekad yang mana tidak langsung ambil atau langsung comot Caleg – Caleg yang akan mewakili partai untuk duduk di Dewan Perwakilan Rakyat pusat maupun di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. Menjelang pemilu ada kecenderungan orang untuk mendadak nyaleg atau mengajukan diri jadi Caleg tanpa ada mekanisme pembelajaran secara berjenjang seperti yang pernah terjadi pada pemilu 2014. Apalagi Caleg yang mengajukan tersebut memiliki sumber daya yang mampu merangsang partai politik untuk mendekati dan merekrutnya menjadi Caleg. Sumber daya yang seringkali dianggap mampu merangsang partai politik untuk merekrut Caleg antara lain adanya popularitas yang dimiliki Caleg terpilih, kepemilikan dana atau uang dan juga Caleg tersebut dipilih karena memiliki akses terhadap opini public atau media massa.

Caleg dengan popularitasnya seringkali dimiliki oleh para selebritas yang memiliki ruang berita di media massa yang cukup besar sehingga sangat menarik untuk direkrut oleh partai politik. Sementara tokoh organisasi masyarakat, tetua adat, agamawan dianggap memiliki basis suara yang mana mampu penetrasi ke basis-basis pemilih sehingga harus didekati dan di rekrut untuk menjadi Caleg yang akan didaftarkan untuk pemilu berikutnya.

Untuk para pengusaha yang memiliki niat untuk menjadi Caleg mempunyai kecenderungan untuk melindungi bisnis mereka dengan menggunakan perantara uang dan akses sebagai daya tarik yang ditampilkannya sebagai modal menjadi Caleg. Opini – opini berita di media massa juga memiliki kecenderungan dikendalikan oleh media atau orang yang bekerja di bidang media, sehingga adanya potensi – potensi tersebut bisa dimanfaatkan untuk daftar menjadi Caleg lebih mudah dan sangat disenangi oleh partai politik. Sehingga begitu maraknya pesta demokrasi pemilu legislative dibanjiri dengan jurnalis – jurnalis terkenal atau bahkan mantan – mantan jurnalis yang hebat sebagai Caleg yang memang sengaja direkrut oleh partai politik agar bisa terpilih dalam pemilu yang akan segera dilaksanakan.

Sebenarnya setiap warga memiliki hak memilih dan dipilih yang telah melekat pada diri setiap individu untuk menjadi Caleg atau untuk turut berpartisipasi dalam pencalegan. Maka setiap orang dengan beragam latar belakang profesinya harus dihargai dan dihormati saat memiliki niat untuk menjadi Caleg meskipun terkadang menimbulkan sifat pesimistis bagi public meskipun bukan karena latar belakang profesi mereka.

Gaya nekad dalam pencalonan Caleg umumnya berupa pencalonan dadakan Caleg – Caleg yang tanpa melalui proses mekanisme pendidikan berjenjang oleh partai politik sebelum didaftarkan menjadi Caleg dalam sebuah ajang pemilu. Caleg merupakan amanah rakyat yang harus dijaga dan dilaksanakan sebaik-baiknya, maka jika amanah rakyat dipermainkan bukan tidak mungkin Negara kita akan mengalami kritis demokrasi dalam jangka waktu kedepannya. Maka jika ada Caleg yang hanya sedang belajar, sedang coba – coba, atau sekadar berpetualang sesungguhnya ia kurang layak untuk menjadi Caleg. Caleg harus sungguh – sungguh mempersiapkan diri sebelum mereka terpilih untuk menjadi wakil rakyat.

Lahan pekerjaann tidak hanya dengan menjadi Caleg. Karena posisi Caleg sebenarnya merupakan dedikasi dan pengabdian yang mewakili dan membawa amanat basis konstituen yang harus dilaksanakan sebaik-baiknya. Caleg yang didaftarkan partai politik seyogyanya memiliki kompetensi intelektual, moral dan social sebelum benar – benar terpilih menjadi wakil rakyat. Partai politik juga memiliki tugas dan tanggung jawab yang penuh dalam melakukan rekrutmen, menyamakan nilai – nilai dan ideologi partai serta melihat dan mempelajari rekam jejak setiap Caleg yang akan didistribusikannya

Related Search

Email Autoresponder indonesia
author
Author: 

    Leave a reply "Gaya Nekad dalam Pencalonan Caleg"