banner 468x60

Islam dan Pemilihan Caleg DPR RI

No comment 37 views
banner 468x60

Sistem yang dijadikan pedoman umat islam di Indonesia adalah akidah islam sesuai dengan keimanan umat islam di Indonesia. Islam dan pemilihan Caleg DPR RI tentu tidak saling bertolak belakang. Sesunggguhnya pandangan Islam tidak berbeda dengan sistem demokrasi itu sendiri, meskipun demikian islam dan pemilihan Caleg DPR RI tentu tidak mungkin berseberangan. Perbedaan akidah islam dan sistem demokrasi bisa dilihat baik dari aspek akidah islam, maupun pilar yang menjadi pondasi tegaknya sistem demokrasi beserta rinciannya. Namun islam dan pemilihan Caleg DPR RI tentu tidak mungkin berbenturan.

Pondasi sistem pemerintahan islam adalah kedaulatan di tangan syara, itu merupakan pondasi terpentingnya. Sementara sistem demokrasi kita adalah kedaulatan di tangan rakyat, sehingga memunculkan pemilihan Caleg DPR RI. Pilar terpenting dari sistem pemerintahan Islam bersifat qath’I terkandung dalam ayat al – Quran (Q.s. Yusuf 12:40) yang artinya keputusan (hukum) itu hanyalah kepunyaan Allah. Keputusan atau hukum ini dalam konteks perintah, larangan dan kemubahan bukan dalam konteks kekuasaan atau pelaksanaan politik termasuk bukan dalam hal pemilihan Caleg DPR RI.

Orang yang tidak menghukumi, sesusatu sebagaimana Allah menghukumi, maka dikatakan termasuk orang kafir. Pemilihan Caleg DPR RI tidak termasuk dari kata menghukumi  sebagaimana arti ayat tersebut. Atau termasuk menjadikan hukum halal – haram sebagai dusta atau kebohongan, maka yang bersangkutan tidak akan beruntung. Lagi – lagi pemilihan Caleg DPR RI tidak termasuk halal haram ataupun kebohongan yang dibuat – buat.

Di dalam sistem islam tidak ada kekuasaan legislative sebagaimana dalam sistem demokrasi di Indonesia kekuasaan legislative ada pada Caleg DPR RI terpilih. Sementara sumber legislasi dalam sistem islam adalah nash – nash al-Quran dan as-sunnah dan penggalian (istinbath)-nya yang dilakukan oleh para mujtahid. Maka Islam dan pemilihan Caleg DPR RI tentu tidak bisa saling menggantikan, karena masing – masing dalam koridor yang berbeda. Mungkin jika ada sistem adopsi yang dimungkinkan, jika dirasa bagus untuk diterapkan itu dibolehkan. Seperti halnya pemilihan Caleg DPR RI, pendelegasian kekuasaan rakyat kepada wakil – wakil terpilih.

Kepala Negara yang telah terpilih oleh rakyat dan telah diberi mandate oleh rakyat dalam menerapkan sistem islam dalam mengurusi urusan rakyat itu diperbolehkan dengan dasar ijtihad yang dianggap baik. Pemilihan Caleg DPR RI juga merupakan ijtihad sebuah majlis umat yang mewakili rakyat dengan melalui pemilihan langsung oleh rakyat. Islam dan pemilihan Caleg DPR RI tentu tidak bertentangan. Selama ijtihad dianggap baik untuk dilaksanakan dan kita umat islam diharuskan untuk mematuhi aturan pemimpin suatu Negara yang memang baik untuk dilakukan, maka pemilihan Caleg DPR RI patut kita dukung dan kita jalankan dengan cara yang baik dan benar, insya Allah, dilancarkan dan dimudahkan segala urusan.

Islam dan pemilihan Caleg DPR RI sama – sama menghendaki terpilihnya wakil – wakil rakyat yang amanah dan bertanggung jawab penuh terhadap tugas dan kewajibannya kepada rakyat yang memilihnya. Pemilihan Caleg DPR RI merupakan satu upaya masyarakat suatu Negara untuk memilih wakil – wakil yang dianggap baik dan mampu mengemban amanat rakyat. Sehingga Caleg DPR RI yang akan terpilih nantinya juga harus mampu bertanggung jawab penuh kepada rakyat. Jabatan Caleg DPR RI adalah amanah yang benar – benar harus dijaga, kekuasaan rakyat ada pada pundak Caleg DPR RI terpilih dan harus benar – benar untuk rakyat.

Related Search

Email Autoresponder indonesia
author
Author: 

    Leave a reply "Islam dan Pemilihan Caleg DPR RI"