banner 468x60

Karakteristik Dominan Partai Politik Terhadap Caleg

banner 468x60

Posisi partai politik sangat strategis dan menentukan dan secara nyata bisa dibaca dalam hal penentuan Caleg. Dalam konteks demokrasi, partai politik merupakan salah satu elemen penting selain Caleg. Partai politik baik melalui Caleg maupun non Caleg berhasil menduduki jabatan public yang bisa di perolehnya baik dengan cara electoral maupun cara nonelektoral. Eksistensi partai politik dalam jangka waktu ke depan diharapkan mampu untuk memperkuat konsolidasi demokrasi melalui fungsi – fungsi  yang dimiliki partai politik baik terhadap Caleg secara internal kepartaian maupun non kepartaian.

Peran partai politik dalam sistem  demokrasi selain sebagai wadah para Caleg, salah satunya adalah partai politik merupakan pusat politik dalam mengagregasi berbagai kepentingan yang timbul di masyarakat yang mana telah diterjemahkan untuk berbagai kepentingan serta nilai – nilai dalam sebuah legislasi dan kebijakan – kebijakan public yang mengikat dan telah dikawal oleh Caleg Caleg terpilih yang mewakili sebuah partai politik. Peran penting partai politik terutama dalam hal pendistribusian calon anggota legislatif (Caleg) yaitu memilih beberapa orang untuk selanjutnya didaftarkan ke KPU untuk diplih masyarakat dalam proses pemilihan umum sehingga Caleg terpilih nantinya yang akan turut menentukan arah perbaikan sebuah bangsa selama lima tahun setelah berakhirnya pemilu.

Buruknya persepsi public terhadap partai politik yang mengusung Caleg saat ini tidak mempengaruhi  kedominanan partai politik terhadap Caleg itu sendiri. Tiga karakteristik dominan partai politik itu sendiri  baik untuk Caleg pilihannya maupun presiden dan wakil presiden yang diusungnya, meliputi feodal, oligarkis, dan transaksional.  Dikatakan feodal karena kecenderungan partai politik saat ini kerapkali bergantung pada figure personal yang menjadi tokoh utama yang diusungnya baik Caleg maupun presiden dan wakil presiden. Dikatakan oligarkis karena seringkali kebijakan partai  baik dalam hal Caleg maupun presiden dan wakil presiden di pertukarkan oleh segelintir elite politik yang berhasil mengendalikannya. Sedangkan dikatakan transaksional  karena kasus – kasus pragmatis yang cukup banyak ditemukan baik dalam hal Caleg maupun presiden dan wakil presiden dalam bentuk transaksi posisi, peran serta pengaruh baik untuk kepentingan pribadi dan kepentingan kelompok partai politik itu sendiri baik menyangkut Caleg maupun non Caleg.

Konsolidasi demokrasi partai dan Caleg seharusnya merupakan momentum sejak adanya pemilu 1999 yang diawali dengan demokrasi electoral. Seluruh partai politik seharusnya lebih memanfaatkan artikulatif dan sistemik dalam memaknai eksistensi partai politik dalam kancah pemilihan Caleg maupun presiden dan wakil presiden. Kebebasan berekspresi partai politik baik dalam hal pemilihan Caleg maupun presiden dan wakil presiden yang dimiliki setelah adanya sistem perubahan politik pasca era Soeharto tidak lagi menerapkan figure sentral penguasa sebagai koorporatisme politik baik dalam hal pemilihan Caleg maupun presiden dan wakil presiden.

Modernisasi politik sangat dimungkinkan baik dalam hal pemilihan Caleg, presiden dan wakil presiden, dibanding hanya sekedar ornament demokrasi seperti yang ada pada era orde baru dan kondisi ini secara substantif bisa dirubah menjadi lebih signifikan dalam hal penataan kelembagaan secara keseluruhan baik yang menyangkut performa ritual, organisasional, politis dan enkulturasi. Empat kali pemilu pasca reformasi, baik dalam hal pemilihan Caleg maupun pemilihan presiden dan wakil presiden, tidak merubah paradigm yang ada bahwa kondisi partai politik tetap stagnan yaitu tetap bersifat feudal, oligarkis, dan transaksional. Partai politik pengusung presiden dan wakil presiden serta CalegCaleg yang telah didaftarkannya secara keseluruhan masih bergantung pada kekuatan figure serta punya kecenderungan melembagakan personalisasi politik bukannya sistem politik.

Related Search

Email Autoresponder indonesia
author
Author: 

    Leave a reply "Karakteristik Dominan Partai Politik Terhadap Caleg"