banner 468x60

Musyawarah Kampung

No comment 53 views
banner 468x60

Salah satu ciri budaya di kampung kita adalah menyelesaikan permasalahan dengan cara musyawarah mufakat. Pun demikian yang diadakan di kampung tempat saya tinggal, pak RT mengumpulkan warga di rumahnya untuk bermusyawarah.

Sebagai bagian warga kampung tersebut, saya hadir dan mengikuti rapat yang diadakan oleh RT. Pada rapat membahas seputar pembangunan masjid yang belum selesai, di antaranya masih adanya kekurangan dana 20 juta dan rencana finishing teras masjid yang diperkirakan menghabiskan dana 70 juta, sehingga total kekurangan dana pembangunan masjid sebesar 90 juta.

Beberapa usulan yang masuk dan juga salah satu yang saya usulkan adalah membuat daftar rencana anggaran belanja (RAB) berapa yang dibutuhkan, kemudian membuat daftar donatur yang akan menyumbang.

Pertama, mendata warga yang akan memberikan sumbangan tetap setiap bulannya. Dengan model ini akan diketahui setiap bulannya kas pembangunan masjid akan diketahui.

Cara kedua adalah dari rencana anggaran belanja (RAB) yang dibutuhkan kemudian dilelang secara meteran (per meter sekian juta) atau secara parsial-parsial, misalnya warga A akan menyumbang kayunya dan warga B memilih menyumbang semen dan begitu seterusnya. Dengan model seperti ini saya kira pembangunan masjid akan cepat terselesaikan.

Demikian kiranya dinamika yang ada di masyarakat kita, setiap permasalahan akan diselesaikan secara musyawarah mufakat. Saya yakin dengan menyelesaikan setiap permasalahan dengan musyawarah mufakat naga permasalahan-permasalahan yang muncul akan bisa diselesaikan. (*)

#GenerasiOptimis
#KyaiKampung
#NotoSandalSakdurungeNotoAti

Related Search

Email Autoresponder indonesia
author
Author: 

    Leave a reply "Musyawarah Kampung"