banner 468x60

Nilai Ulangan

No comment 86 views
banner 468x60

Tidak banyak anak yang mau jujur manakala mendapatkan nilai ulangan yang jelek dan tidak memenuhi angka kriteria ketuntasan minimal (KKM) di sekolahnya, entah itu karena malu atau dengan alasan yang lainnya. Sebagai seorang guru, kadang-kadang saya melihat anak didik ketika mendapatkan nilai yang jelek, nilai ulangannya tidak disimpan, tetapi kemudian dilipat-lipat, dirobek-robek dan bahkan dibuang ditempat sampah sehingga orangtuanya tidak mengetahui nilainya berapa dan apa saja yang salah.

Bila saja anak didik saya itu membawa pulang nilai hasil ulangan hariannya, bisa jadi orang tuanya akan membantu guru untuk mengoreksi apa saja yang salah ataupun memberikan perbaikan-perbaikan yang perlu dilakukan, sehingga kedepannya itu akan mendapatkan nilai yang lebih baik.

Hal ini juga terjadi pada Nahla, anak perempuan saya. Ketika pulang dari sekolah dia menangis tersedu-sedu dan menyampaikan laporan bahwa alasannya menangis adalah dia baru saja mendapatkan tugas sekolah dengan nilai buruk. Sementara teman-teman sekelasnya mengolok-olok karena dirinya mendapatkan nilai yang buruk secara fia dianggap anak yang selama ini nilai ulangannya baik

Saya sangat senang dan bergembira meskipun Nahla mendapatkan nilai jelek tetapi dia mau jujur bercerita kepada orang tuanya. Malam harinya ketika akan tidur, saya berbaring di sebelahnya Nahla yang biasanya sebelum tidur minta diceritakan sebuah dongeng. Saya ceritakan sebuah kisah seorang anak remaja kelas 1 SMA yang ditunjuk oleh sekolahnya menjadi anggota Paskibraka, hampir setiap hari selama sebulan penuh mulai pagi sampai pulang sekolah berlatih baris-berbaris untuk tampil baik dalam mengibarkan bendera merah putih pada acara 17-an.

Hampir sebulan penuh anak SMA itu tidak pernah mendapatkan pelajaran di sekolah, dia selalu tekun berlatih dan berlatih baris-berbaris bersama teman-teman lainnya yang ditunjuk pihak sekolah. Hingga pada suatu ketika latihan baris-berbaris selesai selama sebulan penuh, anak SMA itu pertama kalinya mengikuti pelajaran kimia dengan materi struktur partikel-partikel penyusun suatu materi atau menggambarkan bagaimana atom-atom penyusun materi tersebut saling berikatan.

Tahun 1997, pelajaran kimia merupakan materi yang pertama kali diterima oleh siswa tingkat SMA sehingga anak SMA yang ikut Paskibraka itu sama sekali tidak pernah belajar, mengerti dan tahu apa itu kimia. Pertama kali memasuki ruangan mengikuti pelajaran kimia, ternyata hari itu diadakan ulangan harian, teman-teman sekelas lainnya sudah pada mendapatkan materi pelajaran kimia yang akan diulangkan, sementara anak SMA itu tidak pernah belajar sama sekali tentang pelajaran kimia. Tahu apa yang terjadi pada anak SMA itu? Dia mendapatkan nilai nol pada pelajaran kimia pertama kalinya belajar pelajaran kimia.

“Nahla, apakah anak SMA itu lantas frustasi tidak mau sekolah dan berhenti belajar? Tidak..!!,” Anak SMA itu kemudian terus belajar dan belajar hingga akhirnya dia menjadi orang sebagaimana sekarang ini. Tahu siapa anak SMA itu? dia adalah seseorang yang sekarang ini cerita di sampingmu. Output dan outcome pendidikan tidak hanya ditentukan dengan nilai ulangan. Saat ini nilai anak yang diambil dalam dunia pendidikan kita tidak hanya nilai kognitif tetapi juga nilai psycho motorik dan efektif.

Banyak orang yang menganggap bahwa nilai ulangan adalah segalanya, padahal ulangan merupakan bagian kecil dari nilai kognitif. Untuk mendapatkan nilai kognitif dalam satu semester, berbagai nilai ulangan dikumpulkan kemudian ditambah dengan penilaian tengah semester (PTS) dan nilai penilaian akhir semester (PAS). Dari nilai-nilai yang terkumpul itu kemudian dijumlahkan dan dibagi dengan bilangan pembagi yang telah ditentukan, barulah nilai kognitif didapatkan.

Selama 17 tahun menjadi guru, ada banyak anak-anak didik saya yang kini telah dewasa nilai ulangan, rapor, bahkan nilai ujian sekolahnya jelek. Namun, saat mereka dewasa dapat sukses di kehidupannya, ada yang menjadi dokter, polisi, guru, ustaz, dan banyak peran lain yang diperankan oleh mantan anak didik saya masing-masing.

Bagi kita yang terpenting adalah terus semangat belajar, tak kenal lelah senantiasa memperbaiki diri, apa-apa yang kurang dievaluasi dan dicarikan solusinya sehingga dapat sukses di kemudian hari. “Anakku, Mutiara berasal dari kerang, tetapi hanya kerang yang terlukalah yang akan menjadi mutiara”. Bila saat ini nilai ulanganmu jelek bukan berarti kamu harus berputus asa. Belajarlah dan terus semangat, saya yakin anakku kamu akan sukses di kemudian hari.

 

Caleg DPR RI dapil Kaltim
SISMANTO, S.Pd., M.KPd
Partai Solidaritas Indonesia

#Noto_Sandal_Sakdurunge_Noto_Ati
#No_Urut_1
#Caleg_DPR_RI

#CalegDPRRI #dapilKaltim #Samarinda #Balikpapan #Bontang #Berau #KutaiBarat #KutaiKartanegara #KutaiTimur #Paser #MahakamUlu #PPU

Related Search

Email Autoresponder indonesia
author
Author: 

    Leave a reply "Nilai Ulangan"